<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>faith-courage-idealism-love-reality-imagination</title>
	<atom:link href="http://radhrazzahn.blog.friendster.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com</link>
	<description>suatu ungkapan jiwa yang terlalu risih jika kuungkap melalui bahasa lisan, bahkan terlampau rumit untuk dibahasakan dengan perilaku</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 06:23:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>MUHASABAH CINTA</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/10/muhasabah-cinta/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/10/muhasabah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 06:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life oh life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[the best one from edCoustic,,, hmm lagu yg mengesankan, menggugah, membuat kita merenung, menyentuh&#8230;
so deep, meaningfull, great melody&#8230; vokalnya nambah oke, semakin kreatif!
subhanallah, two thumbs up fur edCoustic
KEEP ON TOUCH.
EdCoustic - Muhasabah Cinta 
 
Wahai pemilik nyawaku
 Betapa lemah diriku ini
 Berat ujian dari-Mu
 Ku pasrahkan semua pada-MuTuhan baru ku sadar
 Indah nikmat sehat itu
 Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>the best one from edCoustic,,, hmm lagu yg mengesankan, menggugah, membuat kita merenung, menyentuh&#8230;</p>
<p>so deep, meaningfull, great melody&#8230; vokalnya nambah oke, semakin kreatif!</p>
<p>subhanallah, two thumbs up fur edCoustic</p>
<p>KEEP ON TOUCH.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff">EdCoustic - Muhasabah Cinta </span></strong></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span></p>
<p><em><span style="color: #0000ff">Wahai pemilik nyawaku</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Betapa lemah diriku ini</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Berat ujian dari-Mu</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Ku pasrahkan semua pada-Mu</span><span style="color: #0000ff"></span><span style="color: #0000ff">Tuhan baru ku sadar</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Indah nikmat sehat itu</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Tak pandai aku bersyukur</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Kini ku harapkan cinta-Mu</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span><span style="color: #0000ff">Kata-kata cinta terucap indah</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Mengalun berzikir di kidung doaku</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Butir-butir cinta air mataku</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Teringat semua yang Kau beri untukku</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Ampuni khilaf dan salah selama ini</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Ya Illahi muhasabah cintaku</span></p>
<p><span style="color: #0000ff"> </span><span style="color: #0000ff">Tuhan kuatkan aku</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Lindungiku dari putus asa</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> Jika ku harus mati</span><span style="color: #0000ff"><br />
</span><span style="color: #0000ff"> </span><span style="color: #0000ff">Pertemukan aku dengan-Mu</span></p>
<p></em></p>
<p>Bagaimanapun juga kita kan hanya manusia,</p>
<p>merasakan sakit, merasakan kehilangan, dan</p>
<p>membutuhkan lebih dari sekedar manusia lainnya,</p>
<p>kita membutuhkan kehadiran Allah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/10/muhasabah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Poernama</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/10/poernama/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/10/poernama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 21:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Untaian Kata Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Mereka tersemboenji di setiap zaman
Di balik prasangka ternjata tersimpan kemoeliaan
Poernama jang moentjoel di kegelapan malam
Ternjata memang tetap menawan
Seakan tak terganggoe hitamnja awan&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mereka tersemboenji di setiap zaman</p>
<p>Di balik prasangka ternjata tersimpan kemoeliaan</p>
<p>Poernama jang moentjoel di kegelapan malam</p>
<p>Ternjata memang tetap menawan</p>
<p>Seakan tak terganggoe hitamnja awan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/10/poernama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;&#8230;kan menghapus senyuman dari wajah mereka&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/09/kan-menghapus-senyuman-dari-wajah-mereka/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/09/kan-menghapus-senyuman-dari-wajah-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 12:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life oh life]]></category>

		<category><![CDATA["...kan menghapus senyuman dari wajah mereka..."]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[“Dengan bantuan Tuhan, rakyat Iran telah melakukan perlawanan, tengah melakukan perlawanan, dan akan melakukan perlawanan sampai akhir. Jika Anda ingin memulai konflik baru, rakyat Iran akan melawan dan tidak akan mundur satu langkah pun. Namun jika Anda menginginkan persahabatan dan kerja sama, rakyat Iran akan menjadi sahabat terbaik Anda. Jika Anda bergerak maju berdasarkan hukum, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dengan bantuan Tuhan, rakyat Iran telah melakukan perlawanan, tengah melakukan perlawanan, dan akan melakukan perlawanan sampai akhir. Jika Anda ingin memulai konflik baru, rakyat Iran akan melawan dan tidak akan mundur satu langkah pun. Namun jika Anda menginginkan persahabatan dan kerja sama, rakyat Iran akan menjadi sahabat terbaik Anda. Jika Anda bergerak maju berdasarkan hukum, keadilan, dan logika, maka Iran akan merundingkan masalah-masalah global penting dan akan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan itu. Dunia harus tahu kalau Iran tidak akan mundur seinci pun dari haknya menggunakan nuklir.” (Presiden Mahmoud Ahmadinejad)</p>
<p>***</p>
<p>“Kami tidak akan menghentikan proyek uranium. Karenanya, kami memandang sebaiknya Barat bisa lebih baik memahami proyek uranium Iran. Saya berkata kepada Bush, bahwa masa kekuasaannya telah berakhir dan syukurlah, Anda (Bush) tidak akan dapat merusak satu sentimeter pun tanah suci Iran&#8230; Jika musuh berpikir bahwa mereka dapat menghancurkan bangsa Iran dengan tekanan, maka mereka salah. Bangsa Iran akan menghapus senyuman dari wajah mereka.” (Presiden Mahmoud Ahmadinejad)</p>
<p>&#8220;&#8230;kan menghapus senyuman dari wajah mereka&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;kan menghapus senyuman dari wajah mereka&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;kan menghapus senyuman dari wajah mereka&#8230;&#8221;</p>
<p>You know what?</p>
<p>embun-embun peredam lirih,</p>
<p>syair perjuangan,</p>
<p>gairah, semangat, dan izzah,</p>
<p>aku dahaga akan semuanya,</p>
<p>merasakan kehilangan,</p>
<p>layakkah?</p>
<p>dimana resistensi, militansi???</p>
<p>dimana dzatiyah dan ruhiyah???</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>hemmm&#8230; yang jelas aku rindukan siomay, pempek, martabak telor, pisang molen&#8230;</p>
<p>seringkali kita akan merasakan sesuatu itu sangat berharga ketika kita benar-benar tidak pernah lagi menemukan sesuatu itu di tempat lain&#8230;</p>
<p>siomay&#8230; siomay&#8230; siomay&#8230; memang tidak pernah ada disini.</p>
<p>Buli, Halmahera Timur 21:25 WIT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/09/kan-menghapus-senyuman-dari-wajah-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gerimis</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/gerimis/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/gerimis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life oh life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/gerimis/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Gerimis aku mengalah, bertatap mata dunia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Mendung hadir selama berat beriringan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Uh, inilah duniaku, dunia dari seberang lautan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Sebuah dunia dari kejaran mimpiku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Adakah jalanku yang tak gerimis lagi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Mungkinkah mendungku perlahan kan hilang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Dekat, aku menarik jemari matahari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Erat, aku menggenggam udara langitku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Untuk kehidupan aku bertaruh segenggam tanah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Meski pelangi tak harus tuk terus temaniku&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/gerimis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Kumis, Ibu Kita dan Den Bagus</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/pak-kumis-ibu-kita-dan-den-bagus/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/pak-kumis-ibu-kita-dan-den-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Padamu Negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/pak-kumis-ibu-kita-dan-den-bagus/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Tanya : “Pohon beringinnya kok nggak tumbang-tumbang sih pak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Pak Kumis : “Oo, tentu saja, kita kan terus jagain biar akar-akarnya masih<br />
kuat menahan pohon ini meski usianya sudah cukup tua. En yang penting lagi,<br />
akar-akarnya itu masih tertanam di dalam tanah biar nggak kelihatan sama orang<br />
lain.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Tanya : “Bantengnya kok gemuk amat sih bu?” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Ibu Kita : “Hehe, saya terus kasih vitamin ‘D’ secara rutin, yaitu<br />
“&#8230;uit”. Yang penting kan banteng saya ini kelihatan paling care sama wong<br />
cilik, jadi harus gemuk dong ah! Merdeka!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Tanya : “Den bagus, kok di rumahnya nggak akur melulu siih? Udah bosen ya<br />
sama isteri lama gus?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Den Bagus : “Sodara ini nggak ngerti ya?! Saya udah kawin cerai tiga kali,<br />
bentar lagi ini udah mau yang keempat, eh yang ini malah ngelawan, nggak sopan!<br />
Ngerepotin!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Ceritanya niih&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Pak kumis nyang punya kebon pohon beringin sekarang udah jadi second hand<br />
sang raja. Meski begitu, pak kumis masih juga belum puas, cita-citanya dari<br />
kecil kan kepengen jadi rajanya, bukan orang kedua. Jadi, meski udah dibagi<br />
kekuasaan buat ngurusin duit en sembako di kerajaan, tetep aja pak kumis terus<br />
cari celah buat jadi raja. Pak kumis2, aya-aya wae ah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Ibu Kita ini dulu mantan ratu sejagat, eh salah, ratu kerajaan. Terkenal<br />
dengan bantengnya yang gemuk tapi loyo. Mungkin salah kasih vitamin tuh.<br />
Dulunya sih itu banteng dikasi makan pake duit hasil obral murah barang-barang<br />
kerajaan sendiri, eh bantengnya malah jadi gemuk tapi loyo, en kerajaan hampir<br />
bangkrut. Uwes tho bu&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Den Bagus juga mantan raja, dia paling sepuh en doyan amat bikin kejutan.<br />
Kawin-cerai lah, pake kolor lah, buka aib rumah tangganya lah, entah kenapa<br />
yaa? Tapi kalo coba ditegur malah ngambek kaya anak playgrup. Wuih, kalo lagi<br />
marah mending jangan dideketin deeh, kalo enggak bisa kena<br />
seemmmprootttt!!!&nbsp;Kabuuuurrrrr&#8230;..</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/pak-kumis-ibu-kita-dan-den-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kebenaran vs Kepalsuan = KELUCUAN</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/kebenaran-vs-kepalsuan-kelucuan/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/kebenaran-vs-kepalsuan-kelucuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life oh life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/kebenaran-vs-kepalsuan-kelucuan/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Begitulah dalam pandangan Soren Keirkegaard, terkadang ketika kebenaran<br />
bertemu dengan kepalsuan hasilnya adalah kelucuan. Dalam kepalsuan yang lama<br />
tersamar, humor benar-benar menjelma&nbsp;menjadi kelucuan yang amat sangat. Soren malah berkata, “Ketika muda aku<br />
lupa tertawa. Kemudian ketka kubuka kedua mataku dan kulihat realitas&#8230; aku<br />
mulai bisa tertawa, dan aku terus tertawa sejak itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Berbeda dengan kebanyakan grup lawak yang mengemas tawa sebagai komoditas<br />
media. Lawakan pada umumnya mengemas tawa dengan mengeksploitasi<br />
kepalsuan-kepalsuan. Kekurangan aspek fisik manusia dianggap sebagai bahan<br />
tertawaan, dan tawa yang diciptakan tidak banyak memuat kearifan spiritual,<br />
tawa jenis ini lebih tepat dianggap sebagai ledekan terhadap ciptaan Tuhan,<br />
lebih dalam lagi tawa yang dipenuhi pengingkaran terhadap ketuhanan. Dalam<br />
bahasa Rumi, tawa jenis ini dianggap “tawa tanpa bunga”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Jalaludin Rumi menulis,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Tawaku seperti bunga</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Bukan sekadar tawa mulut</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Dari tak maujud aku maujud</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Dengan gembira dan penuh keriangan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Namun cinta mengajari</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Cara lain untuk tertawa</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Sang muallaf tertawa</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Kalau beruntung</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Bak rumah kerang</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Aku tertawa ketika berduka</span></em><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Verdana;color: rgb(51, 51, 153)">Hmm&#8230; mudah-mudahan saja saat kita tertawa, tawa kita adalah tawa menuju<br />
Ilahi Rabbi.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/kebenaran-vs-kepalsuan-kelucuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ketika memilih untuk berpartai&#8230;</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ketika-memilih-untuk-berpartai/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ketika-memilih-untuk-berpartai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 09:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islamic Azzam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ketika-memilih-untuk-berpartai/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Mudah-mudahan cita-cita besar kita semua akan kehidupan<br />
yang senantiasa mendapat barokah dan ridho Allah SWT, akan senantiasa menjadi<br />
bahan bakar perjuangan. <em></p>
<p>Berpartai bukanlah berarti hanya berbangga diri dengan atribut dan kenangan<br />
masa keemasan atau kejayaan di masa lalu&#8230;</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Berpartai adalah sebuah pilihan yang akan membawa para<br />
pejuang da&#8217;wah Islam dari buaian mimpi-mimpi kemenangan ke dalam sebuah<br />
pertarungan riil di depan mata mereka&#8230;</span></em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial"></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Berpartai artinya siap berhadapan langsung dengan segala<br />
bentuk kezhaliman manusia yang menghalalkan segala cara&#8230;</span></em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Berpartai telah menjadikan para perindu kejayaan Islam<br />
menemukan suatu realitas perjuangan diatas tingginya cita-cita kejayaan&#8230;</span></em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Berpartai berarti menyadari bahwa begitu banyak yang<br />
perlu dibenahi&#8230;</span></em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Dengan berpartai, kita akan diajak menjadi lebih matang<br />
dan dewasa dalam memperkenalkan Allah dan rasulNya kepada manusia-manusia yang<br />
telah lupa&#8230;</span></em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Dengan berpartai, kualitas sebenarnya barisan da&#8217;wah<br />
menjadi teruji&#8230; setuju atau tidak&#8230; sepakat tidak sepakat&#8230; </span></em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial"></span></p>
<p><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">ah, hanya dengan dibakar dan ditempa, baja akan melebihi kekuatan<br />
besi&#8230;</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ketika-memilih-untuk-berpartai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LUPA?</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/lupa/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 09:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islamic Azzam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/lupa/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Ikhwah fillah..<br />
ketika da&#8217;wah bertasbih di bumi jawa barat ini<br />
air mata sang jundi pun menetes perlahan<br />
suka cita, kemenangan, cerita tentang bait perjuangan, ah&#8230;<br />
seakan terlepas belulang sang jundi menyaksikan semua</p>
<p>Ikhwah fillah&#8230;<br />
nun jauh diseberang sana<br />
dua jundi lainnya tengah menikmati manisnya riyadhul jannah<br />
ketika jundi-jundi nusantara bersuka cita penuh tawadhu<br />
jundi-jundi kecil yang lugu tinggalkan tubuh berselimutkan syahadat</p>
<p>Ikhwah fillah&#8230;<br />
dimanapun antum, JANGAN PERNAH LUPAKAN PALESTINA!<br />
biarkan air mata antum mengalir saat mengingatnya<br />
biarkan hati antum bergetar saat mendo&#8217;akan syahid mereka<br />
Allahummanshur ikhwanal mujahidin fii filisthiin&#8230;</p>
<p><strong><u>Kabar Palestina yang kulewatkan beberapa hari ini:</u></strong><u><br />
</u><br />
<strong>&#8230;tentara Zionis ini Jumat pagi menyerbu masuk Gaza dari sisi timur kamp<br />
pengungsian Al- Bureij, dan membunuh sekurangnya tujuh warga sipil Palestina,<br />
termasuk dua bocah bernama Yusuf Sarhan dan Riyad al-Owesi yang baru berusia 12<br />
tahun, dan menghancurkan banyak bangunan rumah serta masjid di wilayah<br />
tersebut. Mereka juga membuldoser kebun-kebun dan lahan pertanian milik para petani<br />
Palestina di Gaza dan membakar tanamannya, dan membunuh para petani yang ada di<br />
tempat itu&#8230; (eramuslim)</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/lupa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang-ruang kecil</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ruang-ruang-kecil/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ruang-ruang-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 09:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life oh life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ruang-ruang-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><em><span lang="IN" style="font-size: 11pt;font-family: Arial">Dalam dekapan angin perubahan aku melangkah<br />
Dalam sentuhan cahaya iman kita bertemu<br />
Semenjak itu aku benar-benar jatuh hati kepadanya<br />
Sebabnya ada dia dalam semua ini yang memesonaku&nbsp; <br />
Dia yang tanpa lelah beri aku begitu banyak nyala <br />
Dia yang ajarkan cara nikmati hidangan kemuliaan<br />
Ruang-ruang kecil bertabur pahala<br />
Ruang-ruang kecil berselimut ukhuwah<br />
Ruang-ruang kecil bernama &quot;perjuangan&quot;</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/05/ruang-ruang-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jubir Izzuddin Al-Qassam, sayap militer HAMAS Palestina.</title>
		<link>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/04/jubir-izzuddin-al-qassam-sayap-militer-hamas-palestina/</link>
		<comments>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/04/jubir-izzuddin-al-qassam-sayap-militer-hamas-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 04:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>radhrazzahn</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islamic Azzam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/04/jubir-izzuddin-al-qassam-sayap-militer-hamas-palestina/</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">Siapa Abu Ubaidah? (from eramuslim.com)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">Jubir Izzuddin<br />
Al-Qassam, sayap militer HAMAS Palestina.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">Tidak banyak yang tahu<br />
identitasnya. Ia sosok yang tampil tak pernah melepaskan penutup kepala,<br />
kecuali lubang bagian mata dan mulutnya, menyampaikan pernyataan pers dari<br />
Al-Qassam tentang operasi militer Al-Qassam maupun mengomentari kebiadaban<br />
Israel. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">“Saya hidup dalam keluarga yang<br />
sama dengan banyak keluarga lainnya di Palestina, di <strong>rumah sederhana dengan pendidikan Al-Qur`an</strong>. Orang tua saya sangat<br />
menjaga agar saya sering pergi ke masjid bersamanya. Itulah antara lain yang <strong>menghidupkan jiwa saya menjadi cinta pada<br />
masjid</strong> dan <strong>memiliki aktifitas dzikir<br />
serta pengajian rutin</strong> di masjid. Intifadhah Al-Aqsha kemudian menjadi<br />
bagian besar dari hidup saya untuk melakukan jihad di lapangan pers dan<br />
publikasi. Saya kemudian bertemu dengan para pejuang Palestina seperti Syaikh<br />
Ahmad Yasin, Rantisi dan Abu Shaneb, ” ujarnya suatu ketika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">Bagaimana cara Al-Qassam mendidik kadernya? Dijelaskan<br />
oleh Abu Ubaidah. “Kader Al-Qassam adalah bagian dari rakyat Palestina dan<br />
kader Hamas yang secara rutin melakukan pembinaan diri sebagaimana kader-kader<br />
gerakan yang lain. Hanya saja mereka melakukannya sesuai dengan kondisi yang<br />
mereka hadapi. &quot;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">&quot;<strong>Setiap kami terdidik dengan Al-Qur’an</strong>, setiap kami <strong>terlibat dalam kamp-kamp pelatihan</strong>,<br />
patroli dan penjagaan perbatasan. Itu adalah kesempatan paling indah bagi kami<br />
karena kami menginginkan mati syahid. Saudara-saudara kami yang tidak terlibat<br />
dalam aktifitas perlawanan, banyak yang meminta untuk bisa bergabung dalam<br />
sayap militer Al-Qassam. Hampir semua pemuda Palestina berharap mereka menjadi<br />
bagian dari perlawanan ini agar menjadi duri yang tajam bagi penjajah Israel<br />
yang zalim.“</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="IN" style="font-size: 10pt;font-family: Arial">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;font-family: Arial">They’re great people, right?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;font-family: Arial">What are you doing now?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt;font-family: Arial">Still stay at home and dreaming???</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radhrazzahn.blog.friendster.com/2008/04/jubir-izzuddin-al-qassam-sayap-militer-hamas-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>