Memilih Geologi Sebagai Profesi
April 25, 2008 by radhrazzahn
(Pernah dapet dari sebuah blog, tapi lupa… maaf ya blogger-nya, mdh2an tulisan
nih bermanfaat buat yg baca dan anda kebagian pahalanya.. amiin.)
Kalau bicara soal profesi geologist mungkin ada yang
sudah bisa terbayang jenis profesi apakah itu atau mungkin ada yang belum tahu
sama sekali seperti apa profesi ini. Kalau dibicarakan profesi ini sesuai
dengan ilmu yang dipelajari yaitu ilmu geologi.
Geologist adalah orang yang ikut andil dalam memperkirakan umur bumi dilihat
dari struktur bebatuan, tanah dan segala macam unsur yang ada di bumi. Seorang
geologist juga membantu kita untuk mengeksplor hasil bumi dan cara
mendapatkannya. Baik itu minyak bumi dan batubara, sekaligus mereka biasanya
juga dapat ‘menemukan’ adanya unsur lain seperti bebatuan mulia (gemstones),
mineral lain seperti asbestos, perlite, mica, phosphates, zeolites, clay,
pumice, quartz, dan silica, juga elemen lain seperti sulfur, chlorine, dan
helium. Jadi secara umum, seorang geologist adalah seseorang yang memberikan
kontribusi pengetahuan tentang Bumi, yang meliputi struktur fisik sekaligus
juga proses terjadinya bentuk Bumi itu sendiri.
Kalau ingin melihat lebih jelas, ilmu geologi ternyata sangatlah luas. Geologi
bisa terbagi dalam berbagai macam spesialisasi, misalnya saja tentang formasi
mineral yang ada di dalam bumi, eksplorasi (biasanya ini digunakan untuk
mengeksplor pertambangan), khusus tentang pertambangan itu sendiri/mining,
perminyakan, sipil, tata lingkungan, batu bara dan lain sebagainya. Bisa juga
dikatakan salah satu ilmu yang dipelajari secara spesifik dalam bidang geologi
ini adalah termasuk di dalamnya ilmu volcanology, hidrology dan mineral. Untuk
lebih jelasnya, ilmu geologi bisa dibagi ke dalam beberapa bagian seperti
berikut ini:
- Vulcanology : ilmu yang mempelajari
tentang keaktifan gunung berapi - Paleontology : ilmu yang mempelajari
tentang fosil-fosil - Geomorphology : ilmu yang mempelajari permukaan
bumi - Stratigraphy : ilmu yang mempelajari
tentang lapisan bumi - Petrology : ilmu yang mempelajari
tentang batuan - Hydrogeology : mempalajari tentang air
tanah - Sedimentology : mempelajari tentang
sedimentasi - Geofisik : melihat kandungan
bumi secara fisika - Geokimia : melihat kansungan
bumi secara kimia
Tentunya kesemua ilmu di atas tersebut mempunyai
pengertian lebih lanjut yang tidak dibahas di artikel kali ini, namun
kesemuanya ini dipelajari untuk menjadi seorang ahli geologi.
Seorang geologi biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan luar
sehingga berinteraksi langsung dengan objek yang akan diteliti, inilah sebabnya
mengapa orang yang ingin menjadi seorang geologist juga harus bisa bekerja
dalam sebuah tim. Seorang geologist sangat diperlukan dalam mengerjakan
berbagai proyek seperti pertambangan sebagaimana yang telah disebutkan,
geografi, arkeologi, tata lingkungan, dan bidang lain yang membutuhkan
informasi yang berkaitan tentang struktur bumi.
Kalau bicara tentang di mana saja kira-kira seorang ahli geologi bekerja,
sebenarnya ada banyak bidang dan cukup luas yang bisa dikerjakan dan dikuasai
oleh seorang geologist, mengingat dari luasnya ilmu geologi ini. Seorang ahli
geologi profesional dapat memilih bekerja di lapangan badan pemerintahan, atau
badan hukum tersendiri (private firm), institusi non profit baik yang didirikan
oleh pemerintah ataupun oleh non-government. Kebanyakan orang seperti
pemerintahan, ataupun secara pribadi dari sebuah perusahaan memakai jasa
seorang geologist adalah untuk membantu merencanakan ataupun mengevaluasi suatu
penggalian pertambangan misalnya, konstruksi, proyek pemulihan suatu daerah
yang telah rusak baik karena bencana atau dikarenakan adanya eksploitasi sumber
daya. Tenaga geologist juga sangat dibutuhkan saat akan dilakukan persiapan
akan adanya suatu bencana alam, apa saja yang harus dilakukan, daerah evakuasi
yang aman dari tempat bencana terjadi, atau juga bisa melakukan penelitian akan
adanya sumber daya alam yang bisa berguna atau bahkan yang bisa terjadi
kerusakan ekosistem.
Seorang geologist juga biasanya diperlukan tenaganya saat akan menyelidiki
adanya bahaya bencana alam yang akan, atau telah terjadi di suatu daerah,
perubahan geologist, mendesain dan mengkonstruksi untuk kepentingan publik
maupun pribadi dalam suatu proyek, dan berbagai hal lainnya yang berkaitan
dengan keahlian mereka dalam menganalisa geologi. Biasanya perusahaan
pertambangan atau developer tanah membutuhkan tenaga mereka untuk mengetahui
lokasi terdapatnya minyak bumi dan mineral-mineral lain berdasarkan bahan lain
yang ada di daerah tersebut, atau adanya resiko terjadinya gempa bumi.
Jika anda, adik anda, saudara anda, kerabat, atau tetangga anda tertarik dengan
bidang ini, ada beberapa universitas yang menawarkan jurusan yang mempelajari
ilmu ini. Anda bisa mengambil jurusan teknik geologi. Saat ini pun buat para
ahli geologi ada lembaga yang menampung tenaga ahli geologi untuk bisa
berkomunikasi lebih lanjut seperti IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia).
Sedangkan tempat pekerjaan yang bisa menjadi patokan atau jadi pilihan buat
ahli geologi ini tentunya banyak, salah satu instansi pemerintah yang menampung
adalah seperti BPPT, Departemen Pertambangan, Departemen Kelautan
(Oceanografi), dan Sumber Daya Mineral, dll. Sedangkan di perusahaan, biasanya
ahli geologi akan ditempatkan di divisi eksplorasi. Jadi, jika tertarik di dunia
ini dan suka menjelajahi daerah-daerah terpencil, berjiwa avonturir dan bisa
bekerja di tim, Anda bisa memilih jenis profesi yang satu ini.