May 16, 2008

Gerimis

Gerimis aku mengalah, bertatap mata dunia

Mendung hadir selama berat beriringan

Uh, inilah duniaku, dunia dari seberang lautan

Sebuah dunia dari kejaran mimpiku

 

Adakah jalanku yang tak gerimis lagi?

Mungkinkah mendungku perlahan kan hilang?

 

Dekat, aku menarik jemari matahari

Erat, aku menggenggam udara langitku

Untuk kehidupan aku bertaruh segenggam tanah

Meski pelangi tak harus tuk terus temaniku 

 

                            

Pak Kumis, Ibu Kita dan Den Bagus

Tanya : “Pohon beringinnya kok nggak tumbang-tumbang sih pak?”

Pak Kumis : “Oo, tentu saja, kita kan terus jagain biar akar-akarnya masih kuat menahan pohon ini meski usianya sudah cukup tua. En yang penting lagi, akar-akarnya itu masih tertanam di dalam tanah biar nggak kelihatan sama orang lain.”

 

Tanya : “Bantengnya kok gemuk amat sih bu?”

Ibu Kita : “Hehe, saya terus kasih vitamin ‘D’ secara rutin, yaitu “...uit”. Yang penting kan banteng saya ini kelihatan paling care sama wong cilik, jadi harus gemuk dong ah! Merdeka!”

 

Tanya : “Den bagus, kok di rumahnya nggak akur melulu siih? Udah bosen ya sama isteri lama gus?”

Den Bagus : “Sodara ini nggak ngerti ya?! Saya udah kawin cerai tiga kali, bentar lagi ini udah mau yang keempat, eh yang ini malah ngelawan, nggak sopan! Ngerepotin!”

 

Ceritanya niih...

 

Pak kumis nyang punya kebon pohon beringin sekarang udah jadi second hand sang raja. Meski begitu, pak kumis masih juga belum puas, cita-citanya dari kecil kan kepengen jadi rajanya, bukan orang kedua. Jadi, meski udah dibagi kekuasaan buat ngurusin duit en sembako di kerajaan, tetep aja pak kumis terus cari celah buat jadi raja. Pak kumis2, aya-aya wae ah!

 

Ibu Kita ini dulu mantan ratu sejagat, eh salah, ratu kerajaan. Terkenal dengan bantengnya yang gemuk tapi loyo. Mungkin salah kasih vitamin tuh. Dulunya sih itu banteng dikasi makan pake duit hasil obral murah barang-barang kerajaan sendiri, eh bantengnya malah jadi gemuk tapi loyo, en kerajaan hampir bangkrut. Uwes tho bu...

 

Den Bagus juga mantan raja, dia paling sepuh en doyan amat bikin kejutan. Kawin-cerai lah, pake kolor lah, buka aib rumah tangganya lah, entah kenapa yaa? Tapi kalo coba ditegur malah ngambek kaya anak playgrup. Wuih, kalo lagi marah mending jangan dideketin deeh, kalo enggak bisa kena seemmmprootttt!!! Kabuuuurrrrr.....

Kebenaran vs Kepalsuan = KELUCUAN

Begitulah dalam pandangan Soren Keirkegaard, terkadang ketika kebenaran bertemu dengan kepalsuan hasilnya adalah kelucuan. Dalam kepalsuan yang lama tersamar, humor benar-benar menjelma menjadi kelucuan yang amat sangat. Soren malah berkata, “Ketika muda aku lupa tertawa. Kemudian ketka kubuka kedua mataku dan kulihat realitas... aku mulai bisa tertawa, dan aku terus tertawa sejak itu.”

 

Berbeda dengan kebanyakan grup lawak yang mengemas tawa sebagai komoditas media. Lawakan pada umumnya mengemas tawa dengan mengeksploitasi kepalsuan-kepalsuan. Kekurangan aspek fisik manusia dianggap sebagai bahan tertawaan, dan tawa yang diciptakan tidak banyak memuat kearifan spiritual, tawa jenis ini lebih tepat dianggap sebagai ledekan terhadap ciptaan Tuhan, lebih dalam lagi tawa yang dipenuhi pengingkaran terhadap ketuhanan. Dalam bahasa Rumi, tawa jenis ini dianggap “tawa tanpa bunga”.

 

Jalaludin Rumi menulis,

Tawaku seperti bunga

Bukan sekadar tawa mulut

Dari tak maujud aku maujud

Dengan gembira dan penuh keriangan

Namun cinta mengajari

Cara lain untuk tertawa

Sang muallaf tertawa

Kalau beruntung

Bak rumah kerang

Aku tertawa ketika berduka

 

 

Hmm... mudah-mudahan saja saat kita tertawa, tawa kita adalah tawa menuju Ilahi Rabbi.

May 07, 2008

ketika memilih untuk berpartai...

Mudah-mudahan cita-cita besar kita semua akan kehidupan yang senantiasa mendapat barokah dan ridho Allah SWT, akan senantiasa menjadi bahan bakar perjuangan.

Berpartai bukanlah berarti hanya berbangga diri dengan atribut dan kenangan masa keemasan atau kejayaan di masa lalu...

Berpartai adalah sebuah pilihan yang akan membawa para pejuang da'wah Islam dari buaian mimpi-mimpi kemenangan ke dalam sebuah pertarungan riil di depan mata mereka...

Berpartai artinya siap berhadapan langsung dengan segala bentuk kezhaliman manusia yang menghalalkan segala cara...

Berpartai telah menjadikan para perindu kejayaan Islam menemukan suatu realitas perjuangan diatas tingginya cita-cita kejayaan...

Berpartai berarti menyadari bahwa begitu banyak yang perlu dibenahi...

Dengan berpartai, kita akan diajak menjadi lebih matang dan dewasa dalam memperkenalkan Allah dan rasulNya kepada manusia-manusia yang telah lupa...

Dengan berpartai, kualitas sebenarnya barisan da'wah menjadi teruji... setuju atau tidak... sepakat tidak sepakat...

ah, hanya dengan dibakar dan ditempa, baja akan melebihi kekuatan besi...

LUPA?

Ikhwah fillah..
ketika da'wah bertasbih di bumi jawa barat ini
air mata sang jundi pun menetes perlahan
suka cita, kemenangan, cerita tentang bait perjuangan, ah...
seakan terlepas belulang sang jundi menyaksikan semua

Ikhwah fillah...
nun jauh diseberang sana
dua jundi lainnya tengah menikmati manisnya riyadhul jannah
ketika jundi-jundi nusantara bersuka cita penuh tawadhu
jundi-jundi kecil yang lugu tinggalkan tubuh berselimutkan syahadat

Ikhwah fillah...
dimanapun antum, JANGAN PERNAH LUPAKAN PALESTINA!
biarkan air mata antum mengalir saat mengingatnya
biarkan hati antum bergetar saat mendo'akan syahid mereka
Allahummanshur ikhwanal mujahidin fii filisthiin...

Kabar Palestina yang kulewatkan beberapa hari ini:

...tentara Zionis ini Jumat pagi menyerbu masuk Gaza dari sisi timur kamp pengungsian Al- Bureij, dan membunuh sekurangnya tujuh warga sipil Palestina, termasuk dua bocah bernama Yusuf Sarhan dan Riyad al-Owesi yang baru berusia 12 tahun, dan menghancurkan banyak bangunan rumah serta masjid di wilayah tersebut. Mereka juga membuldoser kebun-kebun dan lahan pertanian milik para petani Palestina di Gaza dan membakar tanamannya, dan membunuh para petani yang ada di tempat itu... (eramuslim)

Ruang-ruang kecil

Dalam dekapan angin perubahan aku melangkah
Dalam sentuhan cahaya iman kita bertemu
Semenjak itu aku benar-benar jatuh hati kepadanya
Sebabnya ada dia dalam semua ini yang memesonaku 
Dia yang tanpa lelah beri aku begitu banyak nyala
Dia yang ajarkan cara nikmati hidangan kemuliaan
Ruang-ruang kecil bertabur pahala
Ruang-ruang kecil berselimut ukhuwah
Ruang-ruang kecil bernama "perjuangan"

April 30, 2008

Jubir Izzuddin Al-Qassam, sayap militer HAMAS Palestina.

Siapa Abu Ubaidah? (from eramuslim.com)

Jubir Izzuddin Al-Qassam, sayap militer HAMAS Palestina.

 

Tidak banyak yang tahu identitasnya. Ia sosok yang tampil tak pernah melepaskan penutup kepala, kecuali lubang bagian mata dan mulutnya, menyampaikan pernyataan pers dari Al-Qassam tentang operasi militer Al-Qassam maupun mengomentari kebiadaban Israel.

 

“Saya hidup dalam keluarga yang sama dengan banyak keluarga lainnya di Palestina, di rumah sederhana dengan pendidikan Al-Qur`an. Orang tua saya sangat menjaga agar saya sering pergi ke masjid bersamanya. Itulah antara lain yang menghidupkan jiwa saya menjadi cinta pada masjid dan memiliki aktifitas dzikir serta pengajian rutin di masjid. Intifadhah Al-Aqsha kemudian menjadi bagian besar dari hidup saya untuk melakukan jihad di lapangan pers dan publikasi. Saya kemudian bertemu dengan para pejuang Palestina seperti Syaikh Ahmad Yasin, Rantisi dan Abu Shaneb, ” ujarnya suatu ketika.

Bagaimana cara Al-Qassam mendidik kadernya? Dijelaskan oleh Abu Ubaidah. “Kader Al-Qassam adalah bagian dari rakyat Palestina dan kader Hamas yang secara rutin melakukan pembinaan diri sebagaimana kader-kader gerakan yang lain. Hanya saja mereka melakukannya sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi. "

"Setiap kami terdidik dengan Al-Qur’an, setiap kami terlibat dalam kamp-kamp pelatihan, patroli dan penjagaan perbatasan. Itu adalah kesempatan paling indah bagi kami karena kami menginginkan mati syahid. Saudara-saudara kami yang tidak terlibat dalam aktifitas perlawanan, banyak yang meminta untuk bisa bergabung dalam sayap militer Al-Qassam. Hampir semua pemuda Palestina berharap mereka menjadi bagian dari perlawanan ini agar menjadi duri yang tajam bagi penjajah Israel yang zalim.“

 

They’re great people, right?

What are you doing now?

Still stay at home and dreaming???

April 25, 2008

Memilih Geologi Sebagai Profesi

(Pernah dapet dari sebuah blog, tapi lupa... maaf ya blogger-nya, mdh2an tulisan nih bermanfaat buat yg baca dan anda kebagian pahalanya.. amiin.)

 

Kalau bicara soal profesi geologist mungkin ada yang sudah bisa terbayang jenis profesi apakah itu atau mungkin ada yang belum tahu sama sekali seperti apa profesi ini. Kalau dibicarakan profesi ini sesuai dengan ilmu yang dipelajari yaitu ilmu geologi.


Geologist adalah orang yang ikut andil dalam memperkirakan umur bumi dilihat dari struktur bebatuan, tanah dan segala macam unsur yang ada di bumi. Seorang geologist juga membantu kita untuk mengeksplor hasil bumi dan cara mendapatkannya. Baik itu minyak bumi dan batubara, sekaligus mereka biasanya juga dapat 'menemukan' adanya unsur lain seperti bebatuan mulia (gemstones), mineral lain seperti asbestos, perlite, mica, phosphates, zeolites, clay, pumice, quartz, dan silica, juga elemen lain seperti sulfur, chlorine, dan helium. Jadi secara umum, seorang geologist adalah seseorang yang memberikan kontribusi pengetahuan tentang Bumi, yang meliputi struktur fisik sekaligus juga proses terjadinya bentuk Bumi itu sendiri.


Kalau ingin melihat lebih jelas, ilmu geologi ternyata sangatlah luas. Geologi bisa terbagi dalam berbagai macam spesialisasi, misalnya saja tentang formasi mineral yang ada di dalam bumi, eksplorasi (biasanya ini digunakan untuk mengeksplor pertambangan), khusus tentang pertambangan itu sendiri/mining, perminyakan, sipil, tata lingkungan, batu bara dan lain sebagainya. Bisa juga dikatakan salah satu ilmu yang dipelajari secara spesifik dalam bidang geologi ini adalah termasuk di dalamnya ilmu volcanology, hidrology dan mineral. Untuk lebih jelasnya, ilmu geologi bisa dibagi ke dalam beberapa bagian seperti berikut ini:

  • Vulcanology  : ilmu yang mempelajari      tentang keaktifan gunung berapi
  • Paleontology  : ilmu yang mempelajari      tentang fosil-fosil
  • Geomorphology  : ilmu yang mempelajari permukaan      bumi
  • Stratigraphy  : ilmu yang mempelajari      tentang lapisan bumi
  • Petrology  : ilmu yang mempelajari      tentang batuan
  • Hydrogeology  : mempalajari tentang air      tanah
  • Sedimentology  : mempelajari tentang      sedimentasi
  • Geofisik  : melihat kandungan      bumi secara fisika
  • Geokimia  : melihat kansungan      bumi secara kimia

Tentunya kesemua ilmu di atas tersebut mempunyai pengertian lebih lanjut yang tidak dibahas di artikel kali ini, namun kesemuanya ini dipelajari untuk menjadi seorang ahli geologi.


Seorang geologi biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan luar sehingga berinteraksi langsung dengan objek yang akan diteliti, inilah sebabnya mengapa orang yang ingin menjadi seorang geologist juga harus bisa bekerja dalam sebuah tim. Seorang geologist sangat diperlukan dalam mengerjakan berbagai proyek seperti pertambangan sebagaimana yang telah disebutkan, geografi, arkeologi, tata lingkungan, dan bidang lain yang membutuhkan informasi yang berkaitan tentang struktur bumi.


Kalau bicara tentang di mana saja kira-kira seorang ahli geologi bekerja, sebenarnya ada banyak bidang dan cukup luas yang bisa dikerjakan dan dikuasai oleh seorang geologist, mengingat dari luasnya ilmu geologi ini. Seorang ahli geologi profesional dapat memilih bekerja di lapangan badan pemerintahan, atau badan hukum tersendiri (private firm), institusi non profit baik yang didirikan oleh pemerintah ataupun oleh non-government. Kebanyakan orang seperti pemerintahan, ataupun secara pribadi dari sebuah perusahaan memakai jasa seorang geologist adalah untuk membantu merencanakan ataupun mengevaluasi suatu penggalian pertambangan misalnya, konstruksi, proyek pemulihan suatu daerah yang telah rusak baik karena bencana atau dikarenakan adanya eksploitasi sumber daya. Tenaga geologist juga sangat dibutuhkan saat akan dilakukan persiapan akan adanya suatu bencana alam, apa saja yang harus dilakukan, daerah evakuasi yang aman dari tempat bencana terjadi, atau juga bisa melakukan penelitian akan adanya sumber daya alam yang bisa berguna atau bahkan yang bisa terjadi kerusakan ekosistem.


Seorang geologist juga biasanya diperlukan tenaganya saat akan menyelidiki adanya bahaya bencana alam yang akan, atau telah terjadi di suatu daerah, perubahan geologist, mendesain dan mengkonstruksi untuk kepentingan publik maupun pribadi dalam suatu proyek, dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan keahlian mereka dalam menganalisa geologi. Biasanya perusahaan pertambangan atau developer tanah membutuhkan tenaga mereka untuk mengetahui lokasi terdapatnya minyak bumi dan mineral-mineral lain berdasarkan bahan lain yang ada di daerah tersebut, atau adanya resiko terjadinya gempa bumi.


Jika anda, adik anda, saudara anda, kerabat, atau tetangga anda tertarik dengan bidang ini, ada beberapa universitas yang menawarkan jurusan yang mempelajari ilmu ini. Anda bisa mengambil jurusan teknik geologi. Saat ini pun buat para ahli geologi ada lembaga yang menampung tenaga ahli geologi untuk bisa berkomunikasi lebih lanjut seperti IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Sedangkan tempat pekerjaan yang bisa menjadi patokan atau jadi pilihan buat ahli geologi ini tentunya banyak, salah satu instansi pemerintah yang menampung adalah seperti BPPT, Departemen Pertambangan, Departemen Kelautan (Oceanografi), dan Sumber Daya Mineral, dll. Sedangkan di perusahaan, biasanya ahli geologi akan ditempatkan di divisi eksplorasi. Jadi, jika tertarik di dunia ini dan suka menjelajahi daerah-daerah terpencil, berjiwa avonturir dan bisa bekerja di tim, Anda bisa memilih jenis profesi yang satu ini.

April 24, 2008

Di Titik Lemah Ujian Datang


Melalui kajian tematik QS Al-A'raf Ayat 163 : "Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka". Secara langsung tema ayat tersebut tentang sikap dan kewajiban amar ma'ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.


Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hari hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan tentu lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita peroleh. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah yang keterlaluan. Bahkan, selain dari ujian-ujian kesulitan, ternyata kenikmatan itu sendiri adalah sebuah bentuk lain dari ujian.


Seorang masyaikh da'wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda'wah. Namun rekannya itu ketika diajak malah menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda'wah, da'wahnya diterima, begitu katanya. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu kembali, dan "Ternyata kaya-nya ya kaya begitu saja", ujar Syaikh tersebut.

 

Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka".

 

Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka yang disinggung ayat Al-Qur’an itu malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah mereka, justru ikan lagi banyak datang. Seperti halnya kita yang pada hari Jum'at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azzam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan menyingkir, tetapi ketika kapal itu terus melaju, sang salju membiarkannya berlalu.

 

Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang baru belajar puasa, mau minum harus di tahan dulu sampai maghrib tiba. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.

 

Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban pengajian rutinan. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan. Bahkan orang-orang shaleh dimasa dahulu mengatakan "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita dengan pedang". Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati dan diperjuangkan.

 

Berda'wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.


Ayat diatas mengajarkan kita bahwa ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu.

 

Yang lemah dibidang keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu lemah di uang hati-hati dengan uang.

 

Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas, riya' mungkin– dimasa ujian – akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya.

 

Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun.

 

Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya 'selamat' dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.

 

Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat, dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.

 

ALLAH-lah Yang Memberi mereka karunia besar kelengkapan amal jama'i tempat kita 'menyumbangkan' karya kecil kita, memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama'i kita, tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da'wah. "Mereka membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan : Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur" (Qs. 49;17).


ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da'wah. Ini adalah karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu –karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekuensi bergaul dengan manusia yang tidak maksum dan sempurna– menunggu musibah dan kegagalan, untuk kemudian mengatakan : "Nah, rasain!"

 

Sepantasnya renungkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah kebahagiaan ini...

 

Sumber: sebagian tulisan ustadz Rahmat Abdullah (Alm.), Allahu yarham...

diimprove sedikit.

April 06, 2008

Zakat Profesi ? Hayo,,, ditunaikan zakatnya, biar bersih...sih...sih...



Zakat adalah kewajiban atas harta tertentu yang diambil dari orang kaya dan didistribusikan kepada mereka yang berhak.

 

Terdapat penghasilan pada zaman sekarang yang secara eksplisit belum termasuk dalam obyek zakat sesuai nash dan di antara penghasilan tersebut adalah penghasilan profesi.

 

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Al Baqarah : 267).

 

"...dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih" (QS. At Taubah : 34)

 

"Rasulullah saw bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika diutus ke Yaman : Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum Ahli Kitab. Jika kamu datang kepada mereka, maka ajaklah mereka untuk mengucapkan syahadatain. Jika mereka taat kepadamu, sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu sehari semalam. Jika mereka menuruti perintahmu, maka samapaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan ke atas mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada orang-orang fakir di kalangan mereka. Jika mereka menuruti perintahmu, maka hati-hatilah kamu dari harta mereka yang berharga, dan hindarkanlah doa dari orang yang terdzalimi, karena tidak ada hijab antara dia dengan Allah". (HR Bukhari)

 

 

Prinsip keadilan dalam Islam.

 

Sungguh dirasakan tidak adil dan bertentangan dengan prinsip keadilan Islam bila petani dan pedagang kecil yang penghasilannya kecil diwajibkan membayar zakat, sementara seorang eksekutif, konsultan, dan profesional lain yang gajinya dapat mencapai puluhan juta tidak diwajibkan membayar zakat.

 

Maka :

a. Zakat profesi hukumnya wajib berdasarkan keumuman ayat 267 surat al Baqarah.

b. Zakat profesi memiliki kemiripan dengan zakat pertanian dari aspek waktu penerimaan gaji dan dengan naqdain (emas dan perak) dari aspek harta yang diterima.

c. Nishab zakat pertanian adalah 5 wasaq yaitu setara dengan 652, 8 kg beras atau senilai Rp 3.265.000 (dengan standar harga beras Rp.5000/kg).

d. Nishab naqdain adalah 20 dinar setara dengan 85 gr atau senilai Rp 17.000.000 (dengan standar harga emas Rp 200.000/gr).

e. Untuk menentukan nishob dan miqdar zakat profesi ditetapkan berdasarkan qiyas.

f. Terdapat pilihan qiyas di antara 3 (tiga) jenis qiyas, yaitu: qiyas íllah, qiyas dilalah dan qiyas syabah.

g. Qiyas íllah tidak dapat diterapkan karena íllah zakat profesi tidak dinyatakan dengan nash.

h. Memilih qiyas dilalah relatif lebih mudah dipahami dibanding dengan qiyas syabah tetapi qiyas syabah pun diakui sebagai rujukan dalam istinbath di kalangan ulama.

i. Memilih qiyas syabah dalam menetapkan nishob dan miqdar zakat profesi lebih maslahat baik bagi muzakki maupun mustahiq.

 

Jadi, zakat profesi setara dengan 653 kg beras atau senilai Rp 3.265.000. Zakat profesi ditunaikan setiap bulan atau setiap kali menghasilkan. Miqdar atau tarif zakat profesi adalah 2.5 % dari penghasilan yang dibawa ke rumah/diterima (take home pay).

 

Zakat yukz!

May 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
My Photo

Recent Comments

Powered by Friendster Blogs
Member since 09/2005